Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Mei 2016

PERSAMAAN LAJU REAKSI DAN ORDE REAKSI

Laju Reaksi:
Gambar 1 : Kecepatan (v) = jarak(∆s)/waktu(∆t)


Gambar 2 :Laju Reaksi (v) = konsentrasi(∆C)/waktu(∆t)
  
Persamaan laju reaksi:
Persamaan laju reaksi hanya dapat dinyatakan berdasarkan data percobaan. Misalkan untuk reaksi berikut
pA+qB→rC+sD
V = k [A]x [B]y
 
Ket :
v = laju reaksi (Ms-1)
[A] = konsentrasi zat A (M)
[B] = konsentrasi zat B (M)
k = konstanta laju reaksi
x = orde reaksi zat A
y = orde reaksi zat B

 Orde reaksi: 


Orde baru adalah bilangan pangkat dari besarnya konsentrasi pereaksi pada persamaan laju reaksi. Orde reaksi dapat berupa bilangan bulat ositif dan negatif, no, atau bilangan pecah.

Reaksi: pA + qBrC + sD
  • @ Ordereaksi nol

  ex: v = k [A]0

  • @ Ordereaksi 1

  ex: v = k [A]

  • @ Ordereaksi 2

  ex: v = k [A]2 ; v = k [A][B]

  • @ Ordereaksi 3
  ex: v = k [A]3 ; v = k [A]2 [B] ; v = k [A][B]2 ; v = k [B]3


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI:
  • Konsentrasi
    semakin besar konsentrasi, semakin cepat laju reaksi. semakin kecil konsentrasi, semain lambat laju reaksi.
  • Suhu
    Semakin tinggi suhu, semakin cepat laju reaksi. semakin rendah suhu, semakin lambat laju reaksi.
  • Luas Permukaan
    semakin besar luas permukaan, semain cepat laju reaksi. semakin kecil luas permukaan, semakin lambat laju reaksi.
  • Katalis 

Senin, 15 Juni 2015

Minyak Bumi

MINYAK BUMI

Komposisi minyak bumi

Minyak bumi hasil pengeboran masih berupa minyak mentah (crude oil) yang kental dan hitam. Crude oil ini terdiri dari campuran hidrokarbon yaitu
  1. Alkana
    Senyawa alkana yang paling banyak ditemukan adalah n-oktana dan isooktana (2,2,4-trimetil pentana)
  2. Hidrokarbon aromatisDiantaranya adalah etil benzene
  3. Sikloalkana Antara lain siklopentana dan etil sikloheksana
  4. Belerang (0,01-0,7%)
  5. Nitrogen (0,01-0,9%)
  6. Oksigen (0,06-0,4%)
  7. Karbon dioksida [CO2]
  8. Hidrogen sulfida [H2S]



Proses pembentukan minyak bumi

Minyak bumi dan gas alam diduga berasal dari jasad renik lautan, tumbuhan dan hewan yang mati sekitar 150 juta tahun yang lalu. Dugaan tersebut didasarkan pada kesamaan unsur-unsur yang terdapat dalam bahan tersebut dengan unsur-unsur yang terdapat pada makhluk hidup. Sisa-sisa organisme itu mengendap di dasar laut, kemudian ditutupi oleh lumpur yang lambat laun mengeras karena tekanan lapisan diatasnya sehingga berubah menjadi batuan. Sementara itu bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa organisme itu sehingga menjadi minyak bumi dan gas yang terperangkap di antara lapisan-lapisan kulit bumi. Proses pembentukan minyak bumi dan gas ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Bahkan sepanjang umur kita pun belum cukup untuk membuat minyak bumi dan gas. Jadi kita harus melakukan penghematan dan berusaha mencari sumber energi alternatif.

Pengolahan minyak bumi

Minyak bumi biasanya beradai 3-4 Km di bawah permukaan. Untuk mengambil minyak bumi tersebut kita harus membuat sumur bor yang telah di sesuaikan kedalamannya. Minyak mentah yang diperoleh ditampung dalam kapal tangker atau dialirkan ke kilang minyak dengan menggunakan pipa. Minyak mentah yang tadi diperoleh belum bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar maupun keperluan lainnya. Minyak mentah tersebut haruslah diolah terlebih dahulu. Minyak mentah mengandung sekitar 500 jenis hidrokarbon dengan jumlah atom C-1 hingga C-50. Pengolahan minyak bumi dilakukan melalui distilasi bertingkat, dimana minyak mentah dipisahkan ke dalam kelompok-kelompok dengan titik didih yang mirip. Hal tersebut dilakukan karena titik didih hidrokarbon meningkat seiring dengan bertambahnya atom karbon (C) dalam molekulnya.
Mula mula minyak metah dipanaskan pada suhu sekitar 400C. Setelah dipanaskan kemudian di alirkan ke menara fraksionasi/destilasi










Menara destilasi
Dimenara inilah terjadi proses destilasi. Yaitu proses pemisahan larutan dengan menggunakan panas sebagai pemisah. Syarat utama agar terjadinya proses destilasi adalah adanya perbedaan komposisi antara fase cair dan fase uap. Dengan demikian apabila komposisi fase cair dan face uap sama maka proses destilasi tidak mungkin dilakukan. Proses destilasi pada kilang minyak bumi merupakan pengolahan secara fisika yang primer sebagai awal dari semua proses memproduksi BBM (Bahan Bakar Minyak).



Skema penyulingan minyak


Minyak mentah hasil dari pengeboran di alirkan ke kapal tangker untuk kemudian di distribusikan ke kilang minyak. Disinilah terjadi proses destilasi yang sudah di jalaskan di atas. Pertama, miyak mentah dipanaskan dengan suhu sekitar 400 derajat C. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan akan mengalir turun ke bawah, sedangkan yang titik didihnya lebih randah akan menguap naik ke atas melalui sungkup-sungkup yang disebut sungkup gelembung. Semakin keatas suhu di dalam menara fraksionasi itu semakin rendah. Dengan demikian, setiap kali komponen dengan titik didih lebih tinggi naik, akan mengembun dan terpisah, sedangkan komponen dengan titik didih lebih rendah akan terus naik ke bagian yang lebih atas lagi. Begitulah seterusnya, sehingga komponen yang paling atas itu berupa gas. Komponen yang berupa gas itu disebut gas petrolium. Kemudia gas petrolium tersebut dicairkan dan dikelan sebagai LPG (Liquefied Petroleum Gas).
Hasil olahan minyak bumi


Dari skema di halaman sebelumnya kita dapat melihat hasil-hasil dari proses destilasi minyak mentah. Diatnaranya yaitu :
·  LPG
Liquefied Petroleum Gas (LPG) PERTAMINA dengan brand ELPIJI, merupakan gas hasil produksi dari kilang minyak (Kilang BBM) dan Kilang gas, yang komponen utamanya adalah gas propana (C3H8) dan butana (C4H10) lebih kurang 99 % dan selebihnya adalah gas pentana (C5H12) yang dicairkan

·  Bahan bakar penerbangan
Bahan bakar penerbangan salah satunya avtur yang digunakan sebagai bahan bakar persawat terbang.

·  Bensin
Bensin merupakan bahan bakar transportasi yang masih memegang peranan penting sampai saat ini. Bensin mengandung lebih dari 500 jenis hidrokarbon yang memiliki rantai C5-C10. Kadarnya bervariasi tergantung komposisi minyak mentah dan kualitas yang diinginkan.

·  Minyak tanah ( kerosin )
Bahan bakar hidrokarbon yang diperoleh sebagai hasil penyulingan minyak bumi dengan titik didih yang lebih tinggi daripada bensin; minyak tanah; minyak patra.

·  Solar
Diesel, di Indonesia lebih dikenal dengan nama solar, adalah suatu produk akhir yang digunakan sebagai bahan bakar dalam mesin diesel yang diciptakan oleh Rudolf Diesel, dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering.

·  Pelumas
Pelumas adalah zat kimia, yang umumnya cairan, yang diberikan diantara dua benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek. Pelumas berfungsi sebagai lapisan pelindung yang memisahkan dua permukaan yang berhubungan

·  Lilin
Lilin adalah sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat. Bahan bakar yang digunakan adalah paraffin

·  Minyak bakar
Minyak bakar adalah hasil distilasi dari penyulingan minyak tetapi belum membentuk residu akhir dari proses penyulingan itu sendiri. Biasanya warna dari minyak bakar ini adalah hitam chrom. Selain itu minyak bakar lebih pekat dibandingkan dengan minyak diesel

·Aspal
Aspal ialah bahan hidro karbon yang bersifat melekat (adhesive), berwarna hitam kecoklatan, tahan terhadap air, dan visoelastis. Aspal sering juga disebut bitumen merupakan bahan pengikat pada campuran beraspal yang.

Dampak negatif penggunaan minyak bumi

  1. Pencemaran udara
    Turunnya kualitas udara akibat zat sisa dari pemakaian minyak bumi


  1. Perubahan iklim
    Penggunaan minyak bumi akan menghasilkan zat sisa berupa CO2¬. Gas tersebut dapat menimbulkan efek rumah kaca di bumi sehingga terjadilah pemanasan global yang sekarang ini sedang terjadi. Pemanasan global tersebutlah yang memicu perubahan iklim di berbagai balahan dunia


  1. Pencemaran air
    Eksploitasi miyak bumi dengan menggunakan kapal tangker, tidak menutup kemungkinan adanya kebocoran pada kapal tangker tersebut. Karena kapal tangker itu bocor, maka minyak mentah yang ada di dalamnya akan keluar dan jatuh keair sehingga mengakibatkan pencemaran air.

Minggu, 14 Juni 2015

Uji Kepolaran

LAPORAN PRAKTEK UJI KEPOLARAN




MENYELIDIKI SIFAT KEPOLARAN pada SENYAWA

ü TUJUAN PERCOBAAN
Menyelidiki sifat kepolaran air, alkohol, dan kloroform

ü DASAR TEORI
Yaitu, jika dua atom nonlogam yang berbeda keelektronegatifannyaberkaitan, maka pasangan elektron ikatan akan lebih tertarik ke atom yang lebih elektronegatian. Inilah yang disebut molekul senyawa kovalen polar (memiliki kutub listrik). Misal, senyawa HCl terbentuk dua kutub,
s+     s-
H – Cl (kovalen polar)
Sebaliknya, jika yang berkaitan dua atom yang mempunyai keelektronegatifan sama, maka molekul yang terbentuk merupakan molekul senyawa kovalen nonpolar. Misal, O2 (O--O).
Ukuran kepolaran senyawa bergantung pada nomen dipol senyawa. Momen dipol atau momen dwikutub didefinisikan sebagai hasil perkalian muatan (q) dengan jarak (d)ke dua pusat muatan positif dan negatif. Momen dipol disebut besaran vektor.




Contoh :
Momen dipol= q   d     senyawa HCl
S+     S-                      
H---Cl                  
Jika senyawa kovalen mempunyai momen dipol besar senyawanya sangat polar. Sebaliknya, jika momen dipol nol berarti senyawanya non polar.
Kepolaran suatu senyawa yang terdiri atas lebih dari dua atom (poliatom), dapat kita lihat dari simetris atau tidaknya senyawa tersebut. Senyawa yang terbentuk molekul simetris mempunyai dipol nol, berarti senyawa nonpolar. Sebaliknya, senyawa yang terbentuk tidak simetris mempunyai momen dipol, berarti senyawa polar.

ü ALAT dan BAHAN
Alat dan Bahan
Jumlah
Buret
1
Statif dan klem
1/1
Penggaris plastik
1
Air
Cukup
Alkohol
Cukup
Kloroform (CCl4)
Cukup



ü CARA KERJA:
1. Siapkan buret, statif, dan klem.
2. Masukkan air dalam buret.
3. Gosokkan penggaris plastik dengan kain.
4. Buka kran buret, biarkan air mengalir kemudian     dekatkan penggaris plastik pada aliran air, amati yang terjadi.
5. Ulangi percobaan di atas denan alkohol dan kloroform.
6. Catat hasil percobaan pada tabel.

ü DATA HASIL PENGAMATAN
No.
Larutan
Dibelokkan
Tidak Dibelokkan
1
Air
ya
tidak
2
Alkohol
ya
tidak
3
kloroform
tidak
ya  

ü PEMBAHASAN
Dari hasil percobaanini yaitu kepolaran suatu senyawa, tentu saja percobaan ini percobaan mengenai uji kepolaran suatu senyawayang kata polar itu sendiri memiliki arti kutub, sehingga pengujiannya pun tenyu berhubungan dengan magnet atau listrik.
Dengan  melakukan percobaan ini, dapat diketahui bahwa salah satu pengujian terhadap kepolaran suatu larutan yaitu dengan menguji apapkah larutan tersebut dapat di tarikoleh benda bermuatan listrik atau tidak. Apabila suatu dapat dibelokkan oleh benda bermuatan listrik maka larutan tersebut bersifat polar. Namun sebaliknya, apabila tidak dapat dibelokkan oleh benda bermuatan listrik berarti larutan tersebut merupakan larutan yang bersifat nonpolar.

Dalam percobaan ini dilakukan pengujian terhadap terhadap zat, antara lain :
A.  Air(H2O). Berdasarkan susunan ruang atomnya molekul H2O berbentuk tidak simetris. Elektron tidak tersebar merata. Dalam molekul H2O pusat muatan (pol) negatif terletak pada atom O, sedangkan pol positif terletak diantara atom H, sehingga Air bersifat polar, karena jika digambarkan ikatan polar sebagai vektor maka molekul H2O  resultanvektornya tidak sama dengan nol. Dalam percobaan ini pun dapat bahwa Air (H2O) dibelokkan oleh penggaris listrik, ini menandakan bahwa Air memiliki sifat polar.

B. Kloroform(CCl4), Berdasarkan susunan ruang atom molekul CCl4 berbentuk simetris, 4 atom Cl tersebar di sekitar atom C secara merata 4 arah. Elektron tersebar merata, sehingga dapat disimpulkan bahwa molekul CCl4 bersifat nonpolar. Dalam percobaan ini dapat diketahui bahwa aliran larutan CCl4 tidak dapat dibelokkan oleh penggaris bermuatan listrik, ini menandakan bahwa CCl4  bersifat nonpolar.

C. Etanol disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolute atau alkohol saja, adalah sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pda saat alkohol dialirkan, medan listrik yang dihasilkan oleh plastik mengakibatkan pembelokan etanol ke arah medan listrik tersebut. Hal ini, membuktikan bahwa alkohol termasuk ke dalam kovalen polar yang tentu dapat menarik elektron dari panggaris plastik.

ü KESIMPULAN

percobaan ini air dibelokkan oleh penggaris plastik yang bermuatan listrik ini menanandakan bahwa air memiliki sifat polar dan aliran larutan kloroform bersifat nonpolar  sedangkan alkohol bersifat kovalen nonpolar  hal ini disimpulkan bahwa larutan dikatakan bersifat polar apabila larutan tersebut  dibelokkan dan jika larutan tersebut tdk dibelokkan maka disebut nonpolar ion” yang membentuk 2 kutub dgn muatan yang berlawanan akan membuat atom tersebut bersifat semakin nonpolar.