Senin, 15 Juni 2015

Minyak Bumi

MINYAK BUMI

Komposisi minyak bumi

Minyak bumi hasil pengeboran masih berupa minyak mentah (crude oil) yang kental dan hitam. Crude oil ini terdiri dari campuran hidrokarbon yaitu
  1. Alkana
    Senyawa alkana yang paling banyak ditemukan adalah n-oktana dan isooktana (2,2,4-trimetil pentana)
  2. Hidrokarbon aromatisDiantaranya adalah etil benzene
  3. Sikloalkana Antara lain siklopentana dan etil sikloheksana
  4. Belerang (0,01-0,7%)
  5. Nitrogen (0,01-0,9%)
  6. Oksigen (0,06-0,4%)
  7. Karbon dioksida [CO2]
  8. Hidrogen sulfida [H2S]



Proses pembentukan minyak bumi

Minyak bumi dan gas alam diduga berasal dari jasad renik lautan, tumbuhan dan hewan yang mati sekitar 150 juta tahun yang lalu. Dugaan tersebut didasarkan pada kesamaan unsur-unsur yang terdapat dalam bahan tersebut dengan unsur-unsur yang terdapat pada makhluk hidup. Sisa-sisa organisme itu mengendap di dasar laut, kemudian ditutupi oleh lumpur yang lambat laun mengeras karena tekanan lapisan diatasnya sehingga berubah menjadi batuan. Sementara itu bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa organisme itu sehingga menjadi minyak bumi dan gas yang terperangkap di antara lapisan-lapisan kulit bumi. Proses pembentukan minyak bumi dan gas ini membutuhkan waktu yang sangat lama. Bahkan sepanjang umur kita pun belum cukup untuk membuat minyak bumi dan gas. Jadi kita harus melakukan penghematan dan berusaha mencari sumber energi alternatif.

Pengolahan minyak bumi

Minyak bumi biasanya beradai 3-4 Km di bawah permukaan. Untuk mengambil minyak bumi tersebut kita harus membuat sumur bor yang telah di sesuaikan kedalamannya. Minyak mentah yang diperoleh ditampung dalam kapal tangker atau dialirkan ke kilang minyak dengan menggunakan pipa. Minyak mentah yang tadi diperoleh belum bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar maupun keperluan lainnya. Minyak mentah tersebut haruslah diolah terlebih dahulu. Minyak mentah mengandung sekitar 500 jenis hidrokarbon dengan jumlah atom C-1 hingga C-50. Pengolahan minyak bumi dilakukan melalui distilasi bertingkat, dimana minyak mentah dipisahkan ke dalam kelompok-kelompok dengan titik didih yang mirip. Hal tersebut dilakukan karena titik didih hidrokarbon meningkat seiring dengan bertambahnya atom karbon (C) dalam molekulnya.
Mula mula minyak metah dipanaskan pada suhu sekitar 400C. Setelah dipanaskan kemudian di alirkan ke menara fraksionasi/destilasi










Menara destilasi
Dimenara inilah terjadi proses destilasi. Yaitu proses pemisahan larutan dengan menggunakan panas sebagai pemisah. Syarat utama agar terjadinya proses destilasi adalah adanya perbedaan komposisi antara fase cair dan fase uap. Dengan demikian apabila komposisi fase cair dan face uap sama maka proses destilasi tidak mungkin dilakukan. Proses destilasi pada kilang minyak bumi merupakan pengolahan secara fisika yang primer sebagai awal dari semua proses memproduksi BBM (Bahan Bakar Minyak).



Skema penyulingan minyak


Minyak mentah hasil dari pengeboran di alirkan ke kapal tangker untuk kemudian di distribusikan ke kilang minyak. Disinilah terjadi proses destilasi yang sudah di jalaskan di atas. Pertama, miyak mentah dipanaskan dengan suhu sekitar 400 derajat C. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan akan mengalir turun ke bawah, sedangkan yang titik didihnya lebih randah akan menguap naik ke atas melalui sungkup-sungkup yang disebut sungkup gelembung. Semakin keatas suhu di dalam menara fraksionasi itu semakin rendah. Dengan demikian, setiap kali komponen dengan titik didih lebih tinggi naik, akan mengembun dan terpisah, sedangkan komponen dengan titik didih lebih rendah akan terus naik ke bagian yang lebih atas lagi. Begitulah seterusnya, sehingga komponen yang paling atas itu berupa gas. Komponen yang berupa gas itu disebut gas petrolium. Kemudia gas petrolium tersebut dicairkan dan dikelan sebagai LPG (Liquefied Petroleum Gas).
Hasil olahan minyak bumi


Dari skema di halaman sebelumnya kita dapat melihat hasil-hasil dari proses destilasi minyak mentah. Diatnaranya yaitu :
·  LPG
Liquefied Petroleum Gas (LPG) PERTAMINA dengan brand ELPIJI, merupakan gas hasil produksi dari kilang minyak (Kilang BBM) dan Kilang gas, yang komponen utamanya adalah gas propana (C3H8) dan butana (C4H10) lebih kurang 99 % dan selebihnya adalah gas pentana (C5H12) yang dicairkan

·  Bahan bakar penerbangan
Bahan bakar penerbangan salah satunya avtur yang digunakan sebagai bahan bakar persawat terbang.

·  Bensin
Bensin merupakan bahan bakar transportasi yang masih memegang peranan penting sampai saat ini. Bensin mengandung lebih dari 500 jenis hidrokarbon yang memiliki rantai C5-C10. Kadarnya bervariasi tergantung komposisi minyak mentah dan kualitas yang diinginkan.

·  Minyak tanah ( kerosin )
Bahan bakar hidrokarbon yang diperoleh sebagai hasil penyulingan minyak bumi dengan titik didih yang lebih tinggi daripada bensin; minyak tanah; minyak patra.

·  Solar
Diesel, di Indonesia lebih dikenal dengan nama solar, adalah suatu produk akhir yang digunakan sebagai bahan bakar dalam mesin diesel yang diciptakan oleh Rudolf Diesel, dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering.

·  Pelumas
Pelumas adalah zat kimia, yang umumnya cairan, yang diberikan diantara dua benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek. Pelumas berfungsi sebagai lapisan pelindung yang memisahkan dua permukaan yang berhubungan

·  Lilin
Lilin adalah sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat. Bahan bakar yang digunakan adalah paraffin

·  Minyak bakar
Minyak bakar adalah hasil distilasi dari penyulingan minyak tetapi belum membentuk residu akhir dari proses penyulingan itu sendiri. Biasanya warna dari minyak bakar ini adalah hitam chrom. Selain itu minyak bakar lebih pekat dibandingkan dengan minyak diesel

·Aspal
Aspal ialah bahan hidro karbon yang bersifat melekat (adhesive), berwarna hitam kecoklatan, tahan terhadap air, dan visoelastis. Aspal sering juga disebut bitumen merupakan bahan pengikat pada campuran beraspal yang.

Dampak negatif penggunaan minyak bumi

  1. Pencemaran udara
    Turunnya kualitas udara akibat zat sisa dari pemakaian minyak bumi


  1. Perubahan iklim
    Penggunaan minyak bumi akan menghasilkan zat sisa berupa CO2¬. Gas tersebut dapat menimbulkan efek rumah kaca di bumi sehingga terjadilah pemanasan global yang sekarang ini sedang terjadi. Pemanasan global tersebutlah yang memicu perubahan iklim di berbagai balahan dunia


  1. Pencemaran air
    Eksploitasi miyak bumi dengan menggunakan kapal tangker, tidak menutup kemungkinan adanya kebocoran pada kapal tangker tersebut. Karena kapal tangker itu bocor, maka minyak mentah yang ada di dalamnya akan keluar dan jatuh keair sehingga mengakibatkan pencemaran air.

Minggu, 14 Juni 2015

Uji Kepolaran

LAPORAN PRAKTEK UJI KEPOLARAN




MENYELIDIKI SIFAT KEPOLARAN pada SENYAWA

ü TUJUAN PERCOBAAN
Menyelidiki sifat kepolaran air, alkohol, dan kloroform

ü DASAR TEORI
Yaitu, jika dua atom nonlogam yang berbeda keelektronegatifannyaberkaitan, maka pasangan elektron ikatan akan lebih tertarik ke atom yang lebih elektronegatian. Inilah yang disebut molekul senyawa kovalen polar (memiliki kutub listrik). Misal, senyawa HCl terbentuk dua kutub,
s+     s-
H – Cl (kovalen polar)
Sebaliknya, jika yang berkaitan dua atom yang mempunyai keelektronegatifan sama, maka molekul yang terbentuk merupakan molekul senyawa kovalen nonpolar. Misal, O2 (O--O).
Ukuran kepolaran senyawa bergantung pada nomen dipol senyawa. Momen dipol atau momen dwikutub didefinisikan sebagai hasil perkalian muatan (q) dengan jarak (d)ke dua pusat muatan positif dan negatif. Momen dipol disebut besaran vektor.




Contoh :
Momen dipol= q   d     senyawa HCl
S+     S-                      
H---Cl                  
Jika senyawa kovalen mempunyai momen dipol besar senyawanya sangat polar. Sebaliknya, jika momen dipol nol berarti senyawanya non polar.
Kepolaran suatu senyawa yang terdiri atas lebih dari dua atom (poliatom), dapat kita lihat dari simetris atau tidaknya senyawa tersebut. Senyawa yang terbentuk molekul simetris mempunyai dipol nol, berarti senyawa nonpolar. Sebaliknya, senyawa yang terbentuk tidak simetris mempunyai momen dipol, berarti senyawa polar.

ü ALAT dan BAHAN
Alat dan Bahan
Jumlah
Buret
1
Statif dan klem
1/1
Penggaris plastik
1
Air
Cukup
Alkohol
Cukup
Kloroform (CCl4)
Cukup



ü CARA KERJA:
1. Siapkan buret, statif, dan klem.
2. Masukkan air dalam buret.
3. Gosokkan penggaris plastik dengan kain.
4. Buka kran buret, biarkan air mengalir kemudian     dekatkan penggaris plastik pada aliran air, amati yang terjadi.
5. Ulangi percobaan di atas denan alkohol dan kloroform.
6. Catat hasil percobaan pada tabel.

ü DATA HASIL PENGAMATAN
No.
Larutan
Dibelokkan
Tidak Dibelokkan
1
Air
ya
tidak
2
Alkohol
ya
tidak
3
kloroform
tidak
ya  

ü PEMBAHASAN
Dari hasil percobaanini yaitu kepolaran suatu senyawa, tentu saja percobaan ini percobaan mengenai uji kepolaran suatu senyawayang kata polar itu sendiri memiliki arti kutub, sehingga pengujiannya pun tenyu berhubungan dengan magnet atau listrik.
Dengan  melakukan percobaan ini, dapat diketahui bahwa salah satu pengujian terhadap kepolaran suatu larutan yaitu dengan menguji apapkah larutan tersebut dapat di tarikoleh benda bermuatan listrik atau tidak. Apabila suatu dapat dibelokkan oleh benda bermuatan listrik maka larutan tersebut bersifat polar. Namun sebaliknya, apabila tidak dapat dibelokkan oleh benda bermuatan listrik berarti larutan tersebut merupakan larutan yang bersifat nonpolar.

Dalam percobaan ini dilakukan pengujian terhadap terhadap zat, antara lain :
A.  Air(H2O). Berdasarkan susunan ruang atomnya molekul H2O berbentuk tidak simetris. Elektron tidak tersebar merata. Dalam molekul H2O pusat muatan (pol) negatif terletak pada atom O, sedangkan pol positif terletak diantara atom H, sehingga Air bersifat polar, karena jika digambarkan ikatan polar sebagai vektor maka molekul H2O  resultanvektornya tidak sama dengan nol. Dalam percobaan ini pun dapat bahwa Air (H2O) dibelokkan oleh penggaris listrik, ini menandakan bahwa Air memiliki sifat polar.

B. Kloroform(CCl4), Berdasarkan susunan ruang atom molekul CCl4 berbentuk simetris, 4 atom Cl tersebar di sekitar atom C secara merata 4 arah. Elektron tersebar merata, sehingga dapat disimpulkan bahwa molekul CCl4 bersifat nonpolar. Dalam percobaan ini dapat diketahui bahwa aliran larutan CCl4 tidak dapat dibelokkan oleh penggaris bermuatan listrik, ini menandakan bahwa CCl4  bersifat nonpolar.

C. Etanol disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolute atau alkohol saja, adalah sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pda saat alkohol dialirkan, medan listrik yang dihasilkan oleh plastik mengakibatkan pembelokan etanol ke arah medan listrik tersebut. Hal ini, membuktikan bahwa alkohol termasuk ke dalam kovalen polar yang tentu dapat menarik elektron dari panggaris plastik.

ü KESIMPULAN

percobaan ini air dibelokkan oleh penggaris plastik yang bermuatan listrik ini menanandakan bahwa air memiliki sifat polar dan aliran larutan kloroform bersifat nonpolar  sedangkan alkohol bersifat kovalen nonpolar  hal ini disimpulkan bahwa larutan dikatakan bersifat polar apabila larutan tersebut  dibelokkan dan jika larutan tersebut tdk dibelokkan maka disebut nonpolar ion” yang membentuk 2 kutub dgn muatan yang berlawanan akan membuat atom tersebut bersifat semakin nonpolar.

Sabtu, 13 Juni 2015

IMAN KEPADA ALLAH SWT MELALUI ASMAUL HUSNA

Iman kepada ALLAH SWT. melalui Asmaul Husna

Iman menurut bahasa adalah percaya atau membenarkan. Menurut ilmu tauhid iman adalah kepercayaan yangdiyakini kebenarannya dalam hati, diikrarkan secara lisan dan dipraktekkan/ direalisasikan dalam perbuatan.
Asmaul Husna menurut bahasa artinya nama-nama yang baik. Menurut istilah ilmu tauhid yaitu nama-nama yang baik yang hanya dimiliki oleh Allah SWT, sebagai bukti akan keagungan Allah SWT.
Jadi maksud dari “iman kepada Allah SWT melalui Asmaul Husna” adalah kita meyakini akan adanya Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa dengan segala kesempurnaan-Nya, Rasa percaya/yakin ini dapat di tumbuhkan melalui berbagai cara salah satunya melalui Asmaul Husna.

A. PENJELASAN 10 SIFAT ASMAUL HUSNA

1. AR-RAHMAN ( Maha Pengasih)
ALLAH memiliki nama Ar-Rahman yang artinya maha pemurah atau pengasih karena Allah telah melimpahkan Rahmat-Nya kepad seluruh makhluk yang ada di dunia ini tanpa pandang bulu baik yang beriman, bertqwa, dan yang beramal baik maupun yang berperilaku durhaka, ingkar, dan berperilaku jahat. Mereka tetap diberi rahmat oleh Allah. Demikian juga hewan dan tumbuhan mereka juga diberikan Rizqi oleh Allah, yang merupakan bentuk sifat RAHMAN-Nya Allah.
DALIL NAQLI : SURAT AL-FATIHAH ayat 3
DALIL AQLI : Allah SWT sebagai yang menciptakan makhluk di dunia inipasti memiliki sifat pemurah atau pengasih pada makhluk ciptaan-Nya. Buktinya kita manusia diberikan nikmat hidup walu kita sebagai manusia ada yang ingkar.
PERILAKU YANG DAPAT DITELADANI : Allah bersifat Ar-Rahman ( Maha Pengasih, pemberi kanikmatan yang agung-agung, pengasih dunia ). Penghayatan terhadap nama dan sifat Allah SWT seperti tersebut hendaknya mendorong setiap orang beriman untuk berusaha agar senantiasa bersikap dan berperilaku baik kepada sesama manusia baik yang seagama dan lain agama (tidak pilih-pilih).

2. AR-RAHIM ( Maha Penyayang )
ALLAH SWT memiliki nama Ar-Rahim yang artinya maha penyayang yang selalu dilimpahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman secara tetap atau bersifat kekal yang tidak hanya diberikan di dunia saja bahkan sampai kealam kubur serta akhirat.
Dunia ini Allah menetapkan hukuman bagi mereka yang bermaksiat (kafir, musyrik) misalnya hukum rajam bagi pezina, potong tangan bagi pencuri. Di akhirat keadilan Allah tidak dapat dipermainkan. Mereka akan mendapatkan balasan atas semua perbuatan di dunia ini.
DALIL NAQLI : Surat Al-Fatihah ayat 1
DALIL AQLI : Allah SWT pasti sayang kepada umat-Nya yang iman dan bertaqwa, sehingga Allah pasati akan memberikan balasan kepada mereka yang taat dan bagi mereka yang tidak taat Allah tidak akan menyayangi mereka karena sifat Ar-Rohim-Nya Allah hanya diberikan kepada mereka yang taat. Buktinya nanti di akhirat kelah hanya yang beriman dan bertaqwa kepada Allah saja yang dapat masuk surga.
PERILAKU YANG DAPAT DITELADANI : Allah bersifat Ar-Rahim (Maha penyayang, pemberi kenikmatan yang pedik-pedik, dan penyayang di akhirat). Di alam di alam akhirat kelak keadilan Allah akan ditegakkan, setiap manusia yang di dunianya betul-betul bertaqwa tentu akan ditempatkan di surge yang penuh dengan berbagai macam kenikmatan. Sedangkan manusia yang ketika didunianya durhaka pada Allah SWT dan banyak berbuat dosa tentu akan ditempatkan di neraka yang penuh dengan berbagai macam siksaan. Penghayatannya agar manusia selalu bertaqwa agar tidak durhaka kepada Allah.

3. AL-QUDDUS ( Maha Suci )
Allah bersifat Al-Quddus/Maha Suci karena Allah SWt adalah Dzat yang suci dari segala sekutu, Allah bersifat tunggal. Allah sebagai Pencipta itu pasti suci dari segala sifat kekurangan karena Allah bersifat Maha Sempurna. Dengan demikina apapun yang dilakukan Allah pasti juga suci.
DALIL NAQLI : Al-A’raf ayat 96
DALIL AQLI : Allah sebagai sang pencipta pasti suci dari segala kekurangan, tidak mungkin memiliki sifat yang buruk. Jika sang pencipta memiliki sifat kekurangan maka niscaya dunia akan hancur, seperti jika Tuhan tidak memiliki sifat maha berkata, maka siapa yang akan memberitahu kita akan baik buruknya suatu hal, maka itu mmerupakan hal yang mustahil.
PERILAKU YANG DAPAT DITELADANI : Disini kita dapat meneladani, sebagai manusia kita sebaiknya senantiasa menjaga kesucian diri, akal, perilaku, pakaian dan lingkungan dll dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Agar kita kembalikepada allah dalam keadan suci seperti saat kita dilahirkan kedunia.

4. AS-SALAM ( Maha Sejahtera )
Sifat As-Salam/Maha Sejahtera berada pada nama Allah karena hanya Allah saja yang dapat memberikan kesejahteraan pada makhluknya. Jadi segala kesejahteraan yang ada didunia ini semua bersumber pada Allah SWT.
DALIL NAQLI : Al-Hasyr ayat 23
DALIL AQLI : kita sebagai makhluk pasti menginginkan kesejahteraan dalam hidup ini, kepada siapalagi kita meminta kesejahteraan jika tidak pada Allah SWT ja
di segala kesejahteraan yang ada di dunia ini pasti milik Allah. Bukti bagi orang yang orang berusaha keras pasti akan mendapatkan kesejahteran.
PERILAKU YANG DAPAT DITELADANI : Kita sebagai manusia senantiasa selalu berdoa dan berusaha untuk keselamatan dan kesejahteran. Kita sebagai manusia yang diberi kelebihan harta alangkah baiknya jika menyisihkan untuk saudara kita yang kurang mampu, ini merupakan bentuk aplikasi pengamalan dari Asmaul Husna As-Salam.

5. AL MU’MIN ( Maha Memberi Keamanan atau Terpercaya )
Allah SWT bernama Al-Mu’min yang artinya Yang MAha Memberikan Keamanan atau Yang maha Terpercaya karena dalam mencantumkan wa’dun/janji-janjinya pasti tidak mungkin diingkari, pasti ditepati.
DALIL NAQLI : Al-Hasyr ayat 23
DALIL AQLI : Dalam hidup ini kita pasti menginginkan rasa aman dari bencana alam ataupun dari kejahatan manusia yang ada di dunia ini, dimana lagi kita meminta kecuali kepada Allah atau Allah SWT pasti memiliki sifat maha terpercaya tidak mungkin Allah SWT bersifat khianat.
PERILAKU YANG DAPAT DITELADANI : Kita sebagai seorang muslim hendaknya selalu berusaha menjadi orang yang dipercaya dengan selalu bersifat jujur, tidak berdusta, selalu menjaga amanah, tidak berkhianat. Selain itu kita kita berusaha untuk memberikan rasa aman terhadap sesama, ini merupakan pengaplikasian dari sufat Allah Al-Mu’min

6. Al ADLU ( Maha Adil )
Allah memiliki nama AL ADLU yang berarti maha adil dan sangat sempurna keadilannya, tidak ada zzat lain yang memiliki keadilan yang setara dengan Allah, karena keadilan manusia hanya terbatas dan tidak sempurna, sebab manusia berada pada tempat salah dan lupa.
DALIL NAQLI : An-nahl ayat 90
DALIL AQLI : Allah dalam pengadilanya kelak di akhirat tidak mungkin ada suap menyuap keadilan pasti di tegakkan. Allah SWT tidak mungkin memiliki sifaqt tamak akan harta, karena itu sebuah kekurangan maka itu tudak mungkin dimiliki Allah.
PERILAKU YANG DAPAT DITELADANI : Kita sebagai makhaluk Allah hendaknya selalu bersifat adil terhadap Khaliknya yaitu Allah dan juga sesama serta terhadap makhluk yang lain. Menegakkan kebenaran dan menjauhi perbuatan zalim (aniaya).

7. AL GAFFAR ( Maha Pengampun )
Allah SWT pasti memiliki nama AL GAFFAR yang berarti Maha Pengampun, yang memiliki kebebasa untuk memberikan ampunan kepada makhluknya yang bertaubat. Karena manusia tak mungkin luput dari dosa.
DALIL NAQLI : Sad ayat 66
DALIL AQLI : jika kita sebagai manusia mau bertaubat insaallah pasti diterima karena Allah memiliki sifat Maha Pengampun , jika Allah SWT tidak memiliki nama ini maka niscaya semua orang pasti masuk surge kerena mereka memiliki dosa, tetapi Allah itu Maha Pengampun jadi mustahil Allah tidak bersifat Maha pengampun
PERILAKU YANG DAPAT DITELADANI : Allah tentu akan memaafkan dosa makhluknya yang telah bertaubatan nashuhah, apalagi kita sebagai mus lim yang beriman harus memiliki rasa saling memaafka satu sama lain. Bagi mu’min yang suka member maaf maka akan bertambah kemuliananya.

8. AL HAKIM ( Maha Bijaksana )
Allah SWT bernama Al-Hakim yang artinya Maha Bijaksana karena tidak munkin ada yang bias melebihi kebijaksanaan-Nya. Buktinya Allah menciptakan Manusia, tumbuhan, hewan pasti memiliki hikmah dan manfaat yang besar.
DALIL NAQLI : Al-Mu’min ayat 115
DALIL AQLI : Allah SWT pasti memiliki sifat ini karena jika Allah tidak bersifat Maha Bijaksana maka itu hal yang mustahil, karena itu merupakan sifat yang kurang tidak mungkin Allah bersifat kurang.
PERILAKU YANG DAPAT DITELADANI : Seorang mu’min harus berpikiran tajam, luas dan teliti sehingga terhindar dari segala perilaku yang merugikan.

9. AL MALIK ( Maha Merajai atau Menguasai )
Allah SWT memiliki nama ini karena Allah merupakan Raja dari segala raja yang ada di muka bumi ini, Dia-lah yang mengatur sendiri kerajaan-Nya sesuai dengan kehendak-Nya sendiri.
DALIL NAQLI : Al-Mu’minun ayat 116
DALIL AQLI : Allah sebagai sang pencipta pasti menguasai segala yang diciptakannya termasuk manusia, Allah mengatur segala takdir bagi manusia sehingga wajib bagi manusia untuk tunduk kepada raja dari segala raja yaitu tidak lain adalah Allah.
PERILAKU YANG DAPAT DI TELADANI : Sebagai manusia yang beriman dalam melaksanakan tugas kepemimpinan hendaknya meneladani sifat Allah ini dan menjadikan sifat wajib rasul dan para khulafaur rasyidin sebagai pedoman dalam melaksana tugas kepemimpinannya. Bagi manusia ini sangat perlu karena semua manusia merupakan khalifah bagi dirinya sendiri dan khalifah di bumi.

10. AL-HASIB ( Maha Menjamin atau Memperhitungakan )
Allah SWT bernama Al-Hasib artinya maha menjamin, memberikan jaminan kecukupan kepada seluruh hamba-Nya. Disini Al Hasib juga dapat diartikan Maha Memperhitungkan. Segala amal manusia yang ada didunia akan dihitung dengan seteliti-telitinya dan seadil-adilnya, karena dalam pengadilan Allah pasti keadilan pasti ditegakkan.
DALIL NAQLI: An-Najm, 53: 39-40
DALIL AQLI : disini Allah SWT sebagai yang menciptakan pasti akan menjamin kebutuhan makhluknya, tapi terkadang terjadi kesalahpahaman, bahwa Allah tidak adil karena kebutuhannya tidak terjamin, disini sesungguhnya Allah telah menjamin hanya saja makhluknya saja yang tidak mau berusaha dalam memperolehnya.
PERILAKU YANG DAPAT DITELADANI : Kita sebagai mun’min harus senantiasa selalu mengadakan perhitungan terhadap perilaku kita terhadap sesama makhluk (introspreksi diri). Jika pada instroprksi itu ada perilaku yang memberikan manfaat maka hendaknya diteruskan tetapi jika pada introspeksi diri itu ada perilaku yang memberikan kemudhorotan maka hendaknya tidak dilakukan lagi.

KESIMPULAN :
Ø Iman kepada Allah berarti mempercayai atau meyakini bahwa Allah SWT itu Tuhan Yang Maha Esa, yang menciptakan alam semesta dan segala isinya, yang bersifat dengan segala sifat kesempurnaan serta jauh dari segala sifat kekurangan. Keyakinan atau kepercayaan tersebut diyakini dalam hati sanubari, diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan perbuatan amal saleh.
Ø Dalam Asmaul Husna terdapat sifat-sifat Allah yang wajib dipercayai kebenarannya dan dijadikan petunjuk jalan oleh orant yang beriman dalam bersikap dan berperilaku.
Ø Orang yang beriman akan menjadikan sepuluh sifat Allah dalam Asmaul Husna sebagai pedoman hidupnya tentu dia akan berperilaku : adil, pemaaf, bijaksana, menjadi pemimpin yang baik, selalu berintrospeksi diri, berbuat baik dan berkasih sayang, bertakwa, menjaga kesucian, menjaga keselamatan diri, berusaha menjadi orang yang terpercaya, memberikan rasa aman pada oranlain, suka bersedekah dll.


Kamis, 11 Juni 2015

Makalah Aplikasi Ilmu Sosiologi

“APLIKASI ILMU SOSIOLOGI”

Tujuan pembuatan makalah ini adalah agar siswa mampu mengetahui berbagai macam penerapan ilmu sosiologi dalam kehidupan.


Di tulis oleh : Yovi Dwi Kurniawan










SMA AL-ISLAM Krian
Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia
2014-2015
“APLIKASI ILMU SOSIOLOGI”

Tujuan pembuatan makalah ini adalah agar siswa mampu mengetahui berbagai macam penerapan ilmu sosiologi dalam kehidupan.


Di tulis oleh : Yovi Dwi Kurniawan




  

SMA AL-ISLAM Krian
Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia
2014-2015

Kata Pengantar

Alhamdulillah dengan rahmat allah SWT saya dapat menyelesaikan tugas SOSOLOGI ini dengan sebaik-baiknya.
Makalah ini saya susun dengan maksud melengkapi salah satu tugas SOSIOLOGI yang memuat “APLIKASI ILMU SOSIOLOGI”. Saya selaku penulis mengucapkan terimakasih kepada :

1.    Bu Lilis, selaku guru sosiologi kelas X-11.
2.    Febriana, selaku teman sekelas, yang memberikan beberapa informasi mengenai makalah ini.

Saya menyadari bahwa Makalah ini masih kurang sempurna dan masih banyak kekurangan di dalamnya, oleh sebab itu dengan penuh rendah hati saya mohon para pembaca memberikan saran dan kritik yang membangun demi sempurnanya karya tulis ini.

Akhir kata, saya ucapkan tetrima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan masukan. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Amin.






Krian, 17 Mei 2014
Yovi Dwi Kurniawan










i


Daftar Isi

Ø Kata Pengantar =>  i
Ø Daftar Isi  => ii
Ø Bab 1, Pendahuluan  => 1
Ø Bab 2, Pengertian  => 2
Ø Bab 3, Penerapan Pengetahuan Sosiologi bagi Pembuat Keputusan  => 3
Ø Bab 4, Penerapan Pengetahuan Sosiologi dalam Mengatasi Masalah => 4
Ø Bab 5, Penerapan Pengetahuan Sosiologi dalam Perencanaan Sosial dan Pembangunan =>  5
Ø Bab 6, Daftar Pustaka  => 7















ii

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
    Dalam rangka memperbaiki nilai ulangan harian saya membuat makalah ini untuk memperbaiki nilai tersebut agar nilai dari ulangan harian saya tidak di bawah KKM.

1.2 Ruang Lingkup Penelitian
    Penelitian ini akan mencakup penerapan sistem aplikasi ilmu sosiologi dalam kehidupan. Hal-hal mengenai semua aplikasi sosiologi seperti pembuat keputusan, mengatasi masalah sosial, dan perencanaan sosial.

1.3 Tujuan dan manfaat
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
     1. Membantu siswa lebih kreatif
     2. Memahami pola pikir ilmiah
     3. Mengetahui peranan ilmu sosiologi

Manfaat :
     1. Memberikan siswa pengetahuan baru
     2. Memperbaiki nilai pelajaran sosiologi























1.


BAB 2
PENGERTIAN

Ilmu sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia di lingkungan sekitarnya. Oleh karena yang dipelajari manusia, maka selama manusia masih hidup dan berinteraksi, sosiologi akan tetap ada dan berkembang. Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang memberikan pemecahan atas berbagai masalah dengan pendekatan kemasyarakatan. Pengetahuan sosiologi memberikan manfaat dan dapat diaplikasikan / diterapkan dalam kehidupan sehari-hari guna menunjang keberhasilan seseorang dalam kehidupannya di masyarakat. Selain itu, sosiologi merupakan cara berpikir untuk mengungkapkan realitas sosial dalam masyarakat dengan prosedur dan teori ilmiah.











2.


BAB 3
Penerapan Pengetahuan Sosiologi bagi Pembuat Keputusan

Sebagai sebuah ilmu, kegiatan utama sosiologi adalah melakukan penelitian ilmiah. Yang hasilnya berupa informasi mengenai berbagai hal di masyarakat. Pengetahuan sosiologi memberikan pemahaman terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat. Pemecahan persoalan tidak mungkin dilakukan secara efektif tanpa didasari oleh pemahaman yang mendalam. Di sinilah wujud nyata penerapan sosiologi.

Berbagai Bentuk Penerapan Pengetahuan Sosiologi
Banyak sekali bidang kehidupan manusia yang membutuhkan bantuan sosiologi. Berikut ini beberapa bentuk nyata penerapan pengetahuan sosiologi dalam kehidupan sehari-hari.

 



3.
BAB 4
Penerapan Pengetahuan Sosiologi dalam Mengatasi Masalah Sosial

Masalah sosial adalah gejala-gejala yang berlangsung secara tidak normal di masyarakat. Suatu gejala sosial dikatakan tidak normal apabila unsur-unsur masyarakat dan kebudayaan tidak berfungsi secara harmonis, sehingga menimbulkan kekecewaan-kekecewaan dan penderitaan.
Masalah sosial berkaitan dengan nilai dan norma sosial, lembaga sosial, dan interaksi sosial. Nilai sosial dan norma sosial menjadi ukuran moral di dalam masyarakat, sedangkan lembaga-lembaga kemasyarakatan sebagai saluran pemenuhan kebutuhan manusia. Berbagai masalah sosial yang muncul antara lain kejahatan, konflik antar kelompok etnik, kemiskinan, pengangguran, penyakit, perceraian, kejahatan, pelacuran, kenakalan anak (delinkuen), dan lain-lain.

a. Kemiskinan
Dalam masyarakat modern yang rumit, kemiskinan menjadi masalah sosial. Ke- miskinan bagi masyarakat modern juga bukan lagi diartikan sebagai kekurangan pangan, pakaian, atau perumahan, me-lainkan diukur dengan tuntutan hidup yang semakin tinggi. Kemiskinan yang menjadi pusat perhatian sosiologi terutama berkaitan dengan kekurangan pangan dan rendahnya tingkat kesejahteraan yang banyak dialami masyarakat. Untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan diperlukan berbagai upaya nyata, dan agar upaya yang dilakukan tidak salah arah atau salah sasaran, perlu pengetahuan yang memadai mengenai masalah kemiskinan yang dihadapi.

b. Kejahatan
Tingkat kejahatan di masyarakat dipengaruhi oleh komposisi penduduk dan konflik dalam masyarakat; baik konflik budaya, ekonomi, maupun ras. Semakin pesat perubahan sosial di suatu masyarakat biasanya semakin tinggi pula angka kejahatan yang terjadi. Penyebab munculnya kejahatan, akibat terjadinya kejahatan, dan langkah-langkah mengatasinya merupakan persoalan sehari-hari yang dihadapi masyarakat.
Tindakan jahat itu tidak semata-mata melanggar hukum, tetapi menurut juga menyebabkan rusaknya tatanan sosial. Untuk mengatasi kejahatan seperti ini diperlukan pengetahuan yang cukup mengenai penyebab, akibat, dan langkah-langkah yang dapat dilakukan. Di sinilah letak penerapan pengetahuan sosiologi dalam mengatasi kejahatan.

c. Peperangan
Perang merupakan wujud nyata adanya konflik terbuka antara dua masyarakat atau lebih. Apabila konflik tidak menemukan jalan lain untuk pemecahannya, maka perang dijadikan jalan keluarnya. Perang sebagai bentuk konflik antarmasyarakat dapat dikaji sebab dan prosesnya secara sosiologis. Mengapa suatu masyarakat terjadi konflik; faktor apa yang mendorong konflik tersebut; kemungkinan-kemungkinan apa saja yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan masalah itu; bagaimana pula cara men- gatasi dampak yang diakibatkan? Semua itu memerlukan kajian sosiologi. Setelah pengetahuan mengenai hal itu diperoleh, barulah langkah mengatasinya dapat dilakukan.
4.

d. Pelanggaran Norma
Norma-norma masyarakat mengatur perilaku setiap orang agar tidak merugikan diri sendiri atau pihak lain. Setiap norma atau peraturan didasarkan pada nilai-nilai sosial tertentu yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. Namun, sering terjadi warga masyarakat tidak mampu memenuhi tuntutan moral yang ada dan melakukan pelanggaran. Masalah sosial sebagai wujud pelanggaran norma-norma masyarakat antara lain berupa pelacuran, kenakalan anak, penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif (NAZA), dan homoseksualitas.
Masalah-masalah yang timbul sebagai akibat pelanggaran nilai dan norma sosial seperti yang dijelaskan di atas juga perlu ditangani. Semakin banyak masalah sosial terjadi, berarti semakin buruk kondisi masyarakat. Pengetahuan sosiologi sangat diperlukan dalam upaya-upaya ini.
 
5.
BAB 5
Penerapan Pengetahuan Sosiologi dalam Perencanaan Sosial dan Pembangunan


Perencanaan sosial (social engineering) merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Semakin maju suatu masyarakat, kesadaran akan perencanaan sosial semakin tinggi. Keyakinan bahwa perubahan masyarakat dapat direncanakan telah mem- buat orang dengan sadar membuat perencanaan sosial. Menurut Ogburn dan Nimkoff, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan perencanaan sosial. Syarat-syarat itu dijelaskan sebagai berikut.
1) Adanya Modernitas
2) Adanya Sistem Pengumpulan dan Analisis Informasi yang Baik
3) Adanya Dukungan Masyarakat
4) Adanya Sikap Pemimpin yang Progresif
Bila keempat syarat tersebut telah terpenuhi, maka perencanaan sosial dapat diterapkan. Salah satu wujud perencanaan sosial adalah program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah. Pembangunan merupakan suatu proses perubahan disegala bidang kehidupan. Tujuan pembangunan adalah menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, baik secara jasmani (material) maupun rohani (spritual). Pembangunan mencakup tiga tahap, yaitu:
1) tahap perencanaan
2) tahap pelaksanaan
3) tahap evaluasi.


6.



Bab 6
DAFTAR PUSTAKA

BSNP. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Sosiologi SMA/MA. Jakarta.
Elisanti dan Tintin Rostini. 2009. Sosiologi 1 untuk SMA/MA kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Rohman, Taufik, Dhohiri, dkk. 2003. Sosiologi Satuan Kajian Kehidupan Masyarakat Kelas 1 SMA. Jakarta : Yudistira.

















7.